Mesin CNC

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Januari 2012

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Tujuan MGMP Teknik Mesin


Tujuan MGMP Teknik Mesin
a.    Meningkatkan kemampuan dalam pembinaan rohani anggota.
b.    Meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan pembelajaran
c.     Menyelenggarakan pertemuan ilmiah dan penelitian mengenai ilmu pengetahuan dan  teknologi.
d.    Mengadakan diskusi dan kajian untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru Teknik Mesin SMK untuk mendukung profesionalisme.
e.    Tercipta sharing pengalaman mengajar antar guru Teknik Mesin SMK se-Kabupaten Purbalingga.
f.     Menggali dana secara kreatif untuk mendukung kegiatan dan peningkatan kesejahteraan anggota
g.     Menerbitkan website/weblog  MGMP Teknik Mesin SMK Kabupaten Purbalingga sebagai sarana komunikasi, informasi dan publikasi.
h.    Melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak.

Selasa, 17 Januari 2012

OXY ACETYLENE WELDING

Gambar Proses Pengelasan

1. LAS OXY-ACETYLENE
Las Oxy-Acetylene (las asetilin) adalah proses pengelasan secara manual,dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencairoleh nyala (flame) gas asetilin (yaitu pembakaran C2H2 dengan O2), dengan atautanpa logam pengisi, dimana proses penyambungan tanpa penekanan.Disamping untuk keperluan pengelasan (penyambungan) las gas dapat juga dipergunakan sebagai : preheating, brazing, cutting dan hard facing. Penggunaan untuk produksi (production welding), pekerjaan lapangan (field work), dan reparasi (repair & maintenance).
Dalam aplikasi hasilnya sangat memuaskan untuk pengelasan baja karbon, terutama lembaran logam (sheet metal) dan pipa-pipa berdinding tipis. Meskipun demikian hampir semua jenis logam ferrous dan non ferrous dapat dilas dengan las gas, baik dengan atau tanpa bahan tambah (filler metal).
Disamping gas acetylene dipakai juga gas-gas hydrogen, gas alam, propane, untuk logam–logam dengan titik cair rendah. Pada proses pembakaran gas-gas tersebut diperlukan adanya oxygen. Oxygen ini didapatkan dari udara dimana udara sendiri mengandung oxygen (21%), juga mengandung nitrogen (78%), argon (0,9 %), neon, hydrogen, carbon dioksida, dan unsur lain yang membentuk gas.
2. PEMBUATAN OXYGEN
Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian dengan cara elektrolisa, campuran udara cair dan air dipisahkan oleh oksigen. Masalah yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen . Nitrogen titik didihnya lebih besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 0C saja. (Oksigen = -183 0C dan Nitrogen = -196 0C), sehingga perlu pemurnian oksigen dilaksanakan secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai sampai 99,5 % dan kemudian dimanfaatkan dalam tangki-tangki baja dengan tekanan kerja antara 15-30 atm. Keuntungan pemakaian oksigen adalah keadaan oksigen yang cukup cair tersebut, dapat dipertahankan pada tangki penyimpan dan mudah pada saat pengangkutan. Pada saat dibutuhkan dengan menggunakan alat (Gasificator) , oksigen cair dijadikan oksigen gas, dengan tekanan yang besar kemudian oksigen gas tersebut disimpan pada botol-botol baja.

4. SILINDER PENYIMPANAN GAS
Karena gas-gas yang disimpan didalam botol mempunyai tekanan lebih besar dari tekanan atmosfir, maka harus diperhatikan kekuatan botol baja terhadap tekanan kerja, karena pengangkutan menyebabkan gesekan, dan pergerakan gas dalam botol, harus diketahui jenis gas tesebut, peka terhadap goncangan atau kenaikan temperature. Tutup-tutup silinder diberi kode warna, supaya dapat diketahui isinya, tanpa membaca label terlebih dahulu. Misalnya biru untuk oksigen, putih untuk asetilin, hijau tua untuk hydrogen putih dengan strip-strip hitam untuk argon, dan merah untuk gas gas lain.
4.1. Katup oksigen dan katup gas
Pada botol penyimpan oksigen atau gas, terdapat katup untuk mengeluarkan oksigen jika diperlukan dan menutupnya jika tidak digunakan. Type-typenya antara lain diafragma dengan katup bola, cara kerjanya dengan memutar kran pemutar kekanan maupun kekiri sesuai kebutuhan.
4.2. Presurre regulator
Pengatur tekanan atau lebih sering disebut katup pereduksi tekanan, dihubungkan pada katup gas atau oksigen untuk mendapatkan tekanan kerja yang sesuai dengan torch, pada umumnya terdiri dari kran yang dilengakapi dengan dua manometer, yang berhubungan langsung dengan gas asetilin atau oksigen disebut manometer isi. Sedangkan yang berhubungan dengan torch disebut manometer kerja. Nosel didalam regulator terbuka dan tertutup oleh katup yang ditekan oleh pegas dan dihubungkan dengan membran. Dengan cara mengatur tekanan ulir pada membran, tekanan gas yang masuk ke torch mempunyai harga tertentu dan konstan.

4.3. Pembakaran oxy-acetylene.
Pembakaran adalah persenyawaan secara kimiawi antara zat-zat yang mudah terbakar dengan oksigen. Oksigen tersedia di udara atau dapat ditambah secara khusus, misalnya dalam tabung-tabung oksigen. Kecepatan nyala tergantung dari tekanan dan komposisi campuran gas, setiap campuran gas oksigen. Kecepatan maksimum tergantung perbandingan gas asetilin dan oksigen berkisar antara 1 : 25 .

5. CACAT-CACAT PADA LAS ASETILIN
Dengan kondisi pengelasan yang benar, teknik dan meterial sesuai standar, akan menghasilkan pengelasan yang sangat berkualitas. Tetapi seperti pada proses pengelasan yang lain, cacat las dapat terjadi. Cacat yang sering terjadi pada proses pengelasan Oksi-Asetilin antara lain :
• Penetrasi yang kurang sempurna
• Fusi yang kurang sempurna
• Undercutting
• Porosity
• Longitudinal crack

5.1. Penetrasi yang kurang sempurna
Jenis cacat las ini dapat terjadi karena :
• Ketika melakukan pengelasan tidak melakukan penetrasi ke seluruh ketebalan
dari logam dasar (base metal)
• Ketika dua weld bead yang berhadapan tidak melalukan inter-penetrasi
• Ketika weld bead tidak melakukan penetrasi ke ujung dari fillet weld tetapi hanya menyebranginya.
Gambar 6. Penetrasi yang kurang sempurna
Gas memiliki peranan yang sangat penting dalam penetrasi. Penetrasi yang kurang sempurna biasanya disebabkan oleh tekanan gas yang rendah, dan dapat dihilangkan dengan cara menaikkan tekanan pada manometer yang terdapat pada tabung gas. Selain itu cacat ini dapat disebabkan oleh kecepatan pengelasan yang terlalu lambat dan penggunaan torch yang salah atau tidak sesuai.
5.2. Kurangnya peleburan
Cacat las ini terjadi karena kurang atau tidak terjadi peleburan diantara logam las dan permukaan dari base metal. Biasanya diakibatkan oleh kecepatan pengelasan terlalu lambat. Terkadang juga diakibatkan pengaturan tekanan gas yang rendah.

5.3. Undercutting
Cacat las ini diakibatkan oleh penggunaan parameter tekanan gas yang kurang tepat, khususnya kecepatan pengelasan dan tekanan gas yang tidak sesuai. Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan undercutting terjadi. Dengan mengurangi kecepatan pengelasan akan dapat mengurangi besarnya undercutting bahkan menghilangkannya.

Gambar 9. Undercut yang terdeteksi oleh radiografi
Jika hanya terdapat sedikit undercutting, maka kita dapat menaikkan tekanan gas,
tetapi jika tekanan gas dinaikkan terlalu tinggi, maka undercutting dapat terjadi.

8. PEMOTONGAN
Aplikasi pemotongan dengan menggunakan api oksi-asetilin.
Gambar 19. Aplikasi pemotongan
America Welding Society (AWS) mendefenisikan pemotongan logam dengan api
oksi-asetilin ini adalah memisahkan bagian logam induk dengan cara reaksi kimia,
yaitu reaksi antara logam dengan gas oksigen. Reaksi antara suatu logam dengan
oksigen ini terjadi pada suatu suhu tertentu, yang tidak sama antara setiap jenis
logam, dan suhu yang memungkinkan terjadinya reaksi itu disebut suhu nyala
oksigen terhadap logam (Oxygen Ignation).
Karena reaksi ini bersifat eksotermis, maka pada suatu logam yang telah mencapai
suhu nyala oksigen diberikan oksigen murni akan terjadi kenaikan suhu yang
begitu cepat, hingga dapat mencairkan logam itu setempat. Bila pemberian
oksigen ini dilakukan dengan cepat (disemburkan), logam yang telah mencair
ketempat ini akan terdorong lari, dan terjadi celah, dan terpotong.


http://www.youtube.com/watch?v=y2Zx7vvQygg

Senin, 16 Januari 2012

Program Kerja MGMP Tahun 2012 S/d 2016

Foto Guru

PROGRAM KERJA 
a. Program umum adalah program yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru tentang
    kebijakan-kebijakan pendidikan di tingkat daerah sampai pusat, seperti kebijakan terkait dengan
    pengembangan profesionalisme guru.
1. Penyampaian Informasi tentang kebijakan pendidikan.
2. Pemahaman tentang Penilaian Kinerja Guru ( PKG ).
3. Pemahaman tentang Penilaian Kinerja Berkelanjutan ( PKB ).
4. Pemahaman tentang proses Penilaian Angka Kredit Guru ( PAK ).

b. Program inti adalah program-program utama yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan
    profesionalisme guru.

1) Program rutin terdiri dari:
a) Pemantapan Rohani Guru Teknik Mesin.
b) Diskusi permasalahan pembelajaran. 
c) Analisis kurikulum.
d) Penyusunan dan pengembangan silabus, program semester, rencana program pembelajaran dan sistem
    Evaluasi.
e) Penyusunan laporan hasil belajar siswa.
f) Pendalaman materi.
g) Pelatihan terkait dengan penguasaan materi yang mendukung tugas mengajar.
h) Pembahasan materi dan pemantapan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah.

2) Program pengembangan
a) Penelitian, diantaranya Penelitian Tindakan Kelas/Studi Kasus.
b) Penulisan Karya Ilmiah.
c) Seminar, lokakarya, kolokium (paparan hasil penelitian), dan diskusi panel.
d) Pendidikan dan pelatihan berjenjang (diklat berjenjang).
e) Penerbitan jurnal dan buletin MGMP Teknik Mesin.
f) Pembuatan dan pengembangan webBlog MGMP.
g) Pendampingan pelaksanaan tugas guru oleh pembimbing/tutor/ instruktur/ fasilitator di MGMP Teknik
    Mesin.
h) Lesson study (suatu pengkajian praktik pembelajaran yang memiliki tiga komponen yaitu plan, do, see
    yang dalam pelaksanaannya harus terjadi kolaborasi antara pakar, guru pelaksana, dan guru mitra).
i) Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ( Bakti Sosial,sumbangan pemanfaatan Teknologi,dll ).

3). Program penunjang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan peserta MGMP Teknik
      Mesin dengan materi-materi yang bersifat penunjang seperti bahasa asing, Teknologi Informasi dan
      Komunikasi (TIK), dll.
a. Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru Teknik Mesin.
b. Pelatihan Pemanfaatan TIK Untuk Pembelajaran.
c. Pelatihan membuat karya Media Pembelajaran Interaktif ( MPI ) ex: ( Ms.Power Point,Adobe Flash ).
d. Pelatihan pembuatan Blog Guru Teknik Mesin.


Author : Mukhtarom,S.T.

Minggu, 15 Januari 2012

RPP Mapel CNC Computer Numerically Control


Mata Pelajaran           : Memprogram Mesin CNC Dasar
Kode Kompetensi        : 014.KK16      
Kelas / Semester         : XII / 5
Alokasi Waktu             : 4 Jam x 45 menit ( 4 jam / Pertemuan )


Standar Kompetensi
Memprogram Mesin NC/CNC ( Dasar )
Kompetensi Dasar

Mengenal dasar bagian-bagian program mesin NC/CNC

Indikator Ketercapaian

Memahami Mesin CNC Dasar

Pertemuan Ke           

 1


A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu:
·     Membedakan CNC Training Unit dan CNC Production Unit
·     Menjelaskan prinsip kerja Mesin Bubut CNC TU 2 Axis
·     Mengenal bagian-bagian utama mesin bubut CNC TU 2A

B.  MATERI PEMBELAJARAN
1.      Prinsip Kerja mesin bubut CNC TU-2A
2.      Bagian-bagian utama mesin bubut CNC TU 2A

C. METODE PEMBELAJARAN
1.      Ceramah digunakan saat melakukan tugas rutin pada awal dan akhir pembelajaran.
2.      Tanya jawab digunakan saat melakukan tugas rutin pada awal pembelajaran, mengadakan apersepsi dan menyimpulkan materi.
3.      Ekspositori digunakan saat menyajikan materi pokok.
4.      Pemberian tugas dilakukan saat latihan soal dan memberikan pekerjaan rumah.


D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran          :
1. Kegiatan awal        :
1.    Guru membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan dengan berdoa, kemudian  Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas.
2.      Motivasi dengan beberapa pertanyaan misalnya      :
a.        Apa yang anda ketahui tentang CNC ?
b.        Mengapa perlu mesin CNC ?
3.    Guru memberikan gambaran dengan menayangkan Video proses pekerjaan dengan   mesin CNC.
Jadi Jika dibandingkan dengan mesin perkakas konvensional yang setaraf dan sejenis, mesin perkakas CNC lebih unggul baik dari segi ketelitian (accurate), ketepatan (precision), fleksibilitas, dan kapasitas produksi.Sehingga di era modern seperti saat ini banyak industri-industri mulai meninggalkan mesin-mesin perkakas konvensional dan beralih menggunakan mesin-mesin perkakas CNC.
4.    Guru mengetengahkan indikator yang akan dicapai pada pembelajaran ini.
2.    Kegiatan Inti
a.    Eksplorasi
1.    Guru menjelaskan pengertian mesin CNC.
Secara garis besar pengertian mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (perintah gerakan yang menggunakan angka dan huruf). Sebagai contoh: apabila pada layar monitor mesin kita tulis M03 maka spindel utama mesin akan berputar, dan apabila kita tulis M05 maka spindel utama mesin akan berhenti berputar.Mesin CNC tingkat dasar yang ada pada saat ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Mesin CNC Two Axis atau yang lebih dikenal dengan Mesin Bubut (Lathe Machine) dan Mesin CNC Three Axis atau yang lebih dikenal dengan Mesin Frais (Milling Machine).
2.    Guru Membedakan mesin Bubut CNC Training Unit dan CNC Production Unit
Mesin Bubut CNC secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Mesin Bubut CNC Training Unit (CNC TU)
2. Mesin Bubut CNC Production Unit (CNC PU)
Kedua mesin tersebut mempunyai prinsip kerja yang sama, akan tetapi yang membedakan kedua tipe mesin tersebut adalah penggunaannya di lapangan. CNC TU dipergunakan untuk pelatihan dasar pemrograman dan pengoperasian CNC yang dilengkapi dengan EPS (External Programing Sistem). Mesin CNC jenis Training Unit hanya mampu dipergunakan untuk pekerjaanpekerjaan ringan dengan bahan yang relatif lunak. Sedangkan Mesin CNC PU dipergunakan untuk produksi massal, sehingga mesin ini dilengkapi dengan assesoris tambahan seperti sistem pembuka otomatis yang menerapkan prinsip kerja hidrolis, pembuangan tatal, dan sebagainya.
3.    Guru Menjelaskan Prinsip Kerja Mesin Bubut CNC TU - 2Axis
Mesin Bubut CNC TU-2A mempunyai prinsip gerakan dasar seperti halnya Mesin Bubut konvensional yaitu gerakan ke arah melintang dan horizontal dengan sistem koordinat sumbu X dan Z. Prinsip kerja Mesin Bubut CNC TU-2A juga sama dengan Mesin Bubut konvensional yaitu benda kerja yang dipasang pada cekam bergerak sedangkan alat potong diam. Untuk arah gerakan pada Mesin Bubut diberi lambang sebagai berikut :
a. Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.
b. Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.
Untuk memperjelas fungsi sumbu-sumbu Mesin Bubut CNC TU-2A dapat dilihat pada gambar ilustrasi di bawah ini :

Gambar 1. Mekanisme arah gerakan Mesin Bubut.
4.    Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju mensimulasikan pergerakan sumbu X dan Sumbu Z pada mesin bubut CNC.
5.    Guru menanyakan kepada siswa apakah sudah jelas Prinsip kerja mesin bubut CNC TU-2Axis ? Apabila siswa menjawab sudah maka beberapa siswa untuk maju mensimulasikan pergerakan sumbu X dan Sumbu Z pada mesin bubut CNC. Apabila belum maka tanyakan bagian mana yang belum jelas. Kemudian guru menjelaskan kembali sampai betul-betul para siswa jelas memahami prinsip kerja mesin Bubut CNC TU-2Axis.
6.    Guru menjelaskan bagian Utama mesin bubut CNC TU-2Axis

Gambar 2. Mesin Bubut CNC TU-2A
a. Bagian mekanik
 1) Motor Utama
Motor utama adalah motor penggerak cekam untuk memutar benda kerja. Motor ini adalah jenis motor arus searah/DC (Direct Current) dengan kecepatan putaran yang variabel. Adapun data teknis motor utama adalah:
a) Jenjang putaran 600 – 4000 rpm.
b) Power Input 500 Watt.
c) Power Output 300 Watt.
2) Eretan/support
Eretan adalah gerak persum-buan jalannya mesin. Untuk Mesin Bubut CNC TU-2A dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :
   a) Eretan memanjang (sumbu Z) dengan jarak lintasan 0–300 mm.
   b) Eretan melintang (Sumbu X) dengan jarak lintasan 0–50 mm.

Gambar 3. Ilustrasi gerak eretan.
3) Step motor
Step motor berfungsi untuk menggerakkan eretan, yaitu gerakan sumbu X dan gerakan sumbu Z. Tiap-tiap eretan memiliki step motor sendirisendiri,adapun data teknis step motor sebagai berikut:
a). Jumlah putaran 72 langkah
b). Momen putar 0.5 Nm.
c). Kecepatan gerakan :
- Gerakan cepat maksimum 700 mm/menit.
- Gerakan operasi manual 5 – 500 mm/menit.
- Gerakan operasi mesin CNC terprogram 2 – 499 mm/menit.
                                  
                                                                                                                 










                                           Gambar 4. Step motor.                                                    Gambar 5.
                                                                                                                 Poros berulir dengan bantalan.

4) Rumah alat potong (revolver/ toolturret)
Rumah alat potong berfungsi sebagai penjepit alat potong pada saat proses pengerjaan benda kerja. Adapun alat yang dipergunakan disebut revolver atau toolturet, revolver digerakkan oleh step motor sehingga bisa dige-rakkan secara manual maupun terpogram.











                                                                       Gambar 6. Revolver
Pada revolver bisa dipasang enam alat potong sekaligus yang terbagi mejadi dua bagian, yaitu :
a) Tiga tempat untuk jenis alat potong luar dengan ukuran 12x12 mm.
     Misal: pahat kanan luar, pahat potong, pahat ulir, dll.
b) Tiga tempat untuk jenis alat potong dalam dengan maksimum diameter 8 mm.
     Misal: pahat kanan dalam, bor, center drill, pahat ulir dalam, dll.
5) Cekam
Cekam pada Mesin Bubut berfungsi untuk menjepit benda kerja pada saat proses
penyayatan berlangsung. Kecepatan spindel Mesin Bubut ini diatur menggunakan transmisi sabuk. Pada sistem transmisi sabuk dibagi menjadi enam transmisi penggerak.

                                      




                                           Gambar 7. Cekam

Adapun tingkatan sistem transmisi penggerak spindle utama mesin
CNC TU-2A, bisa dilihat dari gambar ilustrasi berikut :

Enam tingkatan pulley penggerak tersebut memungkinkan untuk pengaturan berbagai putaran sumbu utama. Sabuk perantara pulley A dan pulley B bersifat tetap dan tidak dapat diubah, sedangkan sabuk perantara pulley B dengan pulley C dapat dirubah sesuai kecepatan putaran yang diinginkan, yaitu pada posisi BC1, BC2, dan BC3.
 
                   












                                  Gambar 8. Transmisi penggerak.

6) Meja mesin
Meja mesin atau sliding bed sangat mempengaruhi baik buruknya hasil pekerjaan menggunakan Mesin Bubut ini, hal ini dikarenakan gerakan memanjang eretan (gerakan sumbu Z) tertumpu pada kondisi sliding bed ini. Jika kondisi sliding bed sudah aus atau cacat bisa dipastikan hasil pembubutan menggunakan mesin ini tidak akan maksimal, bahkan benda kerja juga rusak. Hal ini juga berlaku pada Mesin Bubut konvensional.

















                                  Gambar 9. Sliding bed

7) Kepala lepas

Kepala lepas berfungsi sebagai tempat pemasangan senter putar pada saat proses pembubutan benda kerja yang relatif panjang. Pada kepala lepas ini bisa dipasang pencekam bor, dengan diameter mata bor maksimum 8 mm. Untuk mata bor dengan diameter lebih dari 8 mm, ekor mata bor harus memenuhi syarat ketirusan MT1.
 














                   Gambar 10. Kepala lepas.

b. Elaborasi
1.    Guru meminta seluruh siswa mengerjakan soal latihan yang berkaitan dengan prinsip kerja mesin Bubut dan bagian-bagian utama Mesin CNC TU-2A.
2.    Siswa yang dapat mengerjakan soal latihan yang diberikan dipersilahkan menjawab secara tertulis, kemudian memberikan kesempatan kepada seluruh siswa lainnya untuk memberikan tanggapan.





c.              Konfirmasi
·         Guru memberikan kesempatan kepada seluruh siswa yang belum memahami, mengerti serta terhambat dalam menyelesaikan soal latihan yang diberikan untuk bertanya.
·         Jika masih ada siswa yang belum paham serta mengerti terhadap materi dan latihan yang diberikan, maka guru menjelaskan ulang pada bagian yang tidak dipahami dan dimengerti.
3.    Kegiatan Penutup
1.    Siswa mencatat seluruh materi atau hal yang dianggap penting saja pada pertemuan kali ini.
2.    Guru bersama-sama siswa membuat rangkuman atau kesimpulan umum tentang Prinsip Kerja dan Bagian-bagian Utama Mesin CNC TU - 2A.
3.    Guru memberikan pekerjaan rumah.
4.    Sebelum menutup pertemuan, guru dan siswa berdoa kemudian guru memberikan salam dan meningalkan ruang kelas.
E. PENILAIAN
1.      Jenis
 Tes tertulis.
2.      Prosedur
  Penilaian pada akhir pembelajaran.
3.      Soal/instrumen
                                 a.                                              Latihan
                                b.                                              Pekerjaan rumah ( Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur )


SOAL LATIHAN
TUGAS
Nama         :
Kelas         :



1.      Apakah yang dimaksud dengan mesin CNC ?
2.      Sebutkan dan jelaskan jenis mesin bubut CNC !
3.      Jelaskan prinsip kerja mesin bubut CNC TU – 2 Axis !
4.      Sebutkan bagian mekanik mesin bubut CNC TU – 2A !
5.      Jelaskan bagian mekanik mesin bubut CNC TU – 2A !

Kunci Jawaban

No
Jawaban
Skor
1.
Mesin CNC adalah suatu mesin yang dikontrol oleh komputer dengan menggunakan bahasa numerik (perintah gerakan yang menggunakan angka dan huruf).
2
2.
a. Mesin Bubut CNC Training Unit (CNC TU) : CNC TU dipergunakan untuk pelatihan dasar pemrograman dan pengoperasian CNC yang dilengkapi dengan EPS (External Programing Sistem). Mesin CNC jenis Training Unit hanya mampu dipergunakan untuk pekerjaanpekerjaan ringan dengan bahan yang relatif lunak.
b. Mesin Bubut CNC Production Unit (CNC PU) : Mesin CNC PU dipergunakan untuk produksi massal, sehingga mesin ini dilengkapi dengan assesoris tambahan seperti sistem pembuka otomatis yang menerapkan prinsip kerja hidrolis, pembuangan tatal, dan sebagainya.

2
3.
Prinsip kerja Mesin Bubut CNC TU-2A juga sama dengan Mesin Bubut konvensional yaitu benda kerja yang dipasang pada cekam bergerak sedangkan alat potong diam. Untuk arah gerakan pada Mesin Bubut diberi lambang sebagai berikut :
a. Sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.
b. Sumbu Z untuk arah gerakan memanjang yang sejajar sumbu putar.
2
4.
1) Motor Utama
2) Eretan / Support
3) Step Motor
4) Rumah Alat Potong / Revolver
5) Cekam
6)  Meja Mesin / Sliding Bed
7) Kepala Lepas
2
5.
Mesin CNC Two Axis dikenal dengan Lathe Machine
Mesin CNC Three Axis dikenal dengan Milling Machine
2
Total Skor
10

KEGIATAN MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR
Buatlah Kliping yang memuat gambar-gambar mesin CNC atau Artikel tentang mesin CNC ! 
 Dikumpulkan pada akhir semester 5 ( Lima ) !
F.         Alat dan Sumber Belajar
  1. Alat dan bahan
a.   LCD Proyekor
b.   Gambar-gambar
c.    Video
  1. Sumber belajar
a.    Buku Sekolah Elektronik ( BSE ) Jilid 2
b.    Programming Guide Sinumerik 840 D/840 Di/810 D/FM-NC 04.2000 Edition
CNC-Simulator Turning with Driven Tools and Counter Spindle Programmer's Guide - Mathematisch Technische Software - Entwicklung GmbH Kaiserin-Augusta-Allee 101 D . 10553 Berlin.
c.    ICT pada strategi pembelajaran simulasi mesin perkakas CNC M. Bruri Triyono.
e.    Atwi Suparman. (2000), Desain Instruksional, buku 2. Jakarta: PAU-PPAI Blacker David. (2004). Allowing Educational Technologies to Reveal,
f.     (htpp://www. ed.uiuc.edu /EPS/ educational-theory/contents/43-2-Noel.html).Dalhuijsen Martijn. (2008).
g.    http://www.unevoc.unesco.org/wiki.0.html?&no_cache=1&tx_drwiki_pi1[keyword]=ICTs%20in%20TVET
h.    EMCO. (1989). Buku petunjuk sistim pelatihan emcotronic TM 02 (CTS). Hallain:Friedman Maier.
i.      Gokhale Anu A. (2004). Effectiveness of computer simulation for enhancing higher order thinking, h.2,2004 (htpp://scholar.lib.vt.edu/ejournal/JITE/v33n4/jite-v33n4.gokhale.html).
j.      www.CNCmakers.com

Kaligondang, 9 Juli 2011
















Mengetahui Kepala Sekolah






Drs.Kusmanto
NIP 19600929 198703 1 006
Mukhtarom,S.T.

Mukhtarom,S.T.

 

Guru Pengampu CNC



Mukhtarom,S.T.
NIP 19790604 200801 1 012
Mukhtarom,S.T.

Mukhtarom,S.T.